Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Entot Anal Sex Hingga Terbang Ke Awang 2
Aopok.com - Ciuman dan kuluman kami lama lama berubah menjadi napsu yang mulai membakar kami berdua, tanganku mulai meraba dan meremas kedua payudara tante Mira, ciumanku turun dan mencumbu lehernya
“Ah.. Ferry, kamu memang pintar sayang” kata tante Mira sambil jari-jarinya meremas-remas rambut kepalaku dan meraba-raba punggungku.Cumbuanku turun menuju kedua payudaranya dan kucumbui dengan mesar kedua payudaranya, kukulum dan kusedot serta kujilat kedua puting itu bergantian sambil tanganku tak henti-hentinya meremas dan memainkan puting dan payudara tante Mira bergantian dan saling mengisi.
Setelah agak lama aku bermain di payudaranya kulihat kedua paha tante Mira saling behimpitan dan digesek-gesekannya sendiri, melihat itu tanganku turun menuju paha tante Mira yang langsung dibukanya yang menandakan dia ingin agar vaginanya juga dijamah. Kubelai lembut bibir vagina tante Mira yang disusul dengan erangan tante Mira yang dari tadi hanya mendesah-desah saja
“Akhh.. jangan hanya dibelai dang sayang, aku ingin yang lebih, biar aku bisa merasakan seperti tadi” kata tante Mira merajuk.
Mendengar perkatan tante Mira, cumbuanku perlahan turun menghampiri vagina tante Mira sambil lidahku terus menari-nari ditubuhnya seperti mandi kucing, kujilati semua permukaan tubuhnya
“Akhh Fer, lidah kamu.. akh.. geli Fer.. akh.. enak” ceracau tante Mira tak karuan.
Sampai akhirnya lidahku di vagina tante Mira yan sudah basah, dan karena memang aku paling menyukai permainan oral yang menurutku bisa memberikan sensasi yang luar biasa bagi yang mengoral dan yang dioral. Langsung kucumbu bibir vaginanya seperti orang sedang ciuman, dan kumainkan lidahku dengan menusuk-nusukkan lidahku kedalam lubang kenikmatan tante Mira yang semakin membuat tante Mira kelojotan
“Ohh.. Fer akh.. nikmat sekali rasanya.. uhh.. lidah kamu benar-benar hebat” kata tante Mira sambil meremas-remas rambutku dan menekan-nekan kepalaku agar lidahku lebih masuk kedalam.
Tanganku tak tinggal diam, yang satu meremas dan meraba kedua payudara tante Mira bergantian dan yang satu lagi bergantian dengan lidahku, jika lidahku sedang bermain dengan klitorisnya jari-jarikun menggantikan lidahku untuk menusuk-nusuk liang vagina tante Mira dan jika lidahku sedang bermain dengan vaginanya jari-jariku bermain dengan klitoris tante Mira terus bergantian sampai vagina tante Mira yang sudah basah bertambah basah, dan dengan napsu aku sedot dan jilat semua cairan yang keluar dari vaginanya sampai bersih dan kukocok-kocok lagi dengan lidah dan jariku sampai basah lagi dan kusedot dan kujilat lagi terus sampai akhirnya kudengar jeritan dari tante Mira
“Akhh Ferry tante sudah nggak kuat lagi, tante mau dapet lagi Fer.. okhh” jerit tante Mira dan bersamaan dengan itu tubuhnya bergetar lagi bahkan lebih keras dari yang tadi, tangan yang tadinya meremas-remas rambutku berubah menjadi jambakan dan dorongan supaya kepalaku lebih menekan kevaginanya.
Terkait
Wajahku disapu-sapukan keseluruh permukaan vaginanya secara acak karena dia sendiri tidak dapat menahan ledakan orgasme yang sedang dirasakannya. Beberapa menit kemudian tante Mira mulai tenang walaupun napasnya masih berburu tapi dia sudah lebih tenang dan memejamkan matanya, kulepaskan cumbuanku dari vagina tante Mira sambil sebelumnya kukecup lembut vagina yang sekarang makin memerah karena tadi dengan wajahku digosok-gosok oleh tante Mira. Sebelum tante Mira tersadar dari buaian orgasme kuatur posisiku dan mulai kutusukkan penisku dengan lembut kedalam vagina tante Mira, dan ketika kepala penisku masuk kedalam lubang vaginanya tante Mira melenguh dan menengadahkan kepalanya keatas sambil tubuhnya terakat dan kulihat dia menggigit bibir bawahnya sendiri
“Sakit tante? kalo sakit aku cabut” kataku lembut disamping telinganya sambil agak sedikit mencabut penisku yang langsung ditahan oleh tangan tante Mira yang memegang belakang pantatku, lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...